Gubernur Iqbal Hadiri Perayaan Lebaran Topat 2026

Saepul Hak Berita Terbaru 28 Maret 2026 105 kali Gubernur Iqbal Hadiri Perayaan Lebaran Topat 2026 Perayaan Lebaran Topat 2026 di Hadiri langsung oleh Bapak Gubernur NTB, Lalu. M. Iqbal Yang terpusat di Pasar Seni Senggigi Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu 28 Maret 2026

Lombok Barat - Lebaran Topat atau Ketupat merupakan tradisi Sasak yang sudah turun temurun, tradisi Sasak biasanya dilaksanakan tujuh hari atau sepekan setelah perayaan idul fitri. Lebaran Topat biasanya dilaksanakan setelah acara doa dan ziarah makam, begitu juga tahun ini, pada perayaan yang sama tahun ini, Gubernur NTB, Bupati & Wakil Bupati Lombok Barat serta Forkopimda Lobar Berkumpul dikantor Camat Batulayar naik Cidomo menuju Lingkok Belek, lalu berjalan kaki menuju makam Batulayar yang merupakan makam tokoh penyebar agama islam yang berasal dari Timur Tengah yakni Syekh Sayyid  Duhri Al-Haddad Al-Hadrami, setelah itu naik mobil menuju ke Senggigi Square merupakan lokasi start pawai gunungan Topat 2026, lalu finish dipasar seni Senggigi. 

Hadir pada perayaan Lebaran Topat tahun ini Gubernur NTB, DR. H. L. Muhamad Iqbal beserta Ibu Sinta Agathia Iqbal, Bupati Lombok Barat, Bapak H. Lalu. Ahmad Zaini Beserta Ibu Ayu Indra Lukmana Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lobar Ibu Hj. Nurul Adha, Dir Pamovit Kombespol I Wayan Winaya S.I.K., M.H, Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap S.I.K.,M.SI, Danrem 162/WB Diwakili oleh Pasi Ops Mayor Inf Mujiono, Dandim 1606/Mataram Diwakili Kasdim 1606/Mataram Letkol Arh Huairi., S.T., Danramil 1606-07/Gunungsari Kapten Inf Hamdan., A. Md., OPD Se-Kabupaten Lobar, Camat Se-Kabupaten Lobar , Kades Se- Kabupaten Lobar, Para Tamu undangan dari pengusaha dan pelaku wisata Kabupaten lombok Barat, serta Tamu undangan Wisatawan Lokal maupun tamu mancanegara.

Gubernur NTB, DR. H. L. Muhamad Iqbal pada sambutannya berharap kegiatan lebaran Topat ini bisa berskala Provinsi misalnya di tiga kabupaten/kota agar bisa lebih ter-orkestrasi sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menikmati suguhan-suguhan dengan nuansa-nuansa yang berbeda disetiap kabupaten. 

Gubernur Iqbal dengan ciri khas sasaknya mengilustrasikan bagaimana masyarakat terdahulu saat memasuki bulan syawal, "ketika _masuk tgl 1 atau 2 syawal masyarakat bener-bener melaksanakan puasa, nah dihari ke 7 baru menyiapkan makanan berupa ketupat dan lain-lainnya, tapi kalo zaman sekarang, pada saat puasa makan, tgl 2 syawal makan, apalagi pada saat perayaaan lebaran ketupat sudah stidak bisa dibendung lagi, " candanya. 

"Jadi ini terjadi evolusi, tetapi ada nilai-nilai yang tidak berubah, ini sebuah prosesi dimana ada nilai-nilai pilosofi yang tidak berubah didalam perayaan Lebaran ketupat , "jelasnya.

Pada akhirnya Lebaran ketupat ini membawa empat simbol dari ketupat itu sendiri, yang pertama Lebaran (Lebaran ini artinya selesai) kita selesai dari latihan panjang selama 30 hari plus 6 hari selama syawal, kedua Luberan atau penuh artinya segala sesuatu kalo sudah penuh tidak boleh ditahan jadi harus dibagi, dimana hari-hari ini (tujuh hari pada bulan syawal ini) adalah momentum kita untuk berbagi ke sesama, diantaranya berbagi zakat, berbagi hadiah atau berbagi makanan. Selanjutnya Leburan artinya melebur, yang salah dilupakan dan harus saling memaafkan, yang terakhir di Labur artinya disucikan, karena setelah melalui prosesi yang tiga tadi sehingga berakhir menjadi pribadi-pribadi yang suci, pribadi-pribadi yang tercerahkan dan kembali ke pribadi-pribadi yang fitrah, " Jelasnya. 

Pada kesempatan ini juga Gubernur Iqbal menyapa para tamu Manca Negara yang turut hadir pada perayaan Lebaran ketupat tahun ini, diantaranya ada tamu Malaysia, Jerman dan lain-lain. beliau sedikit menjelaskan bahwa Lebaran ketupat ini  merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang kita yang ada di pulau Lombok. Mik Iqbal berpesan dengan penuh akrab dan kekeluargaan kepada para tamu MancaNegara dengan ucapan, "Welcome to the island, Second, Please never feel Guest to the island, Because we never considance anyone Guest, but every body in the island  is family, ".beliau menganggap bahwa semua yang datang ke Lombok bukan lagi diibaratkan seperti tamu, tapi sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. 

Terakhir Gubernur Iqbal menyampaikan terimaksih kepada panitia penyelenggara terutama pemerintah kabupaten lombok Barat, yang telah mempersiapkan acara secara maksimal sehingga berjalan dengan lancar, harapannya kedepan agar acara ini semakin ramai dan besar serta kegiatannya semakin padat muatan filosofinya, mudah-mudahan pada acara serupa dimasa mendatang, kolaborasi dan komunikasi antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten tetap terjaga serta semakin terjalin dengan erat.